Jumat, 25 Februari 2011

SALAHKU

Cinta hahahha… di telinga cewek sepertiku rasanya tak asing mendengar kata itu ehmm…. Karena aku sudah berulangkali jatuh cinta dan disakiti oleh orang yang kucintai,maka dari itu aku ingin membalas apa yang telah aku alami kepada setiap cowok.Oh ya namaku Andira biasa dipanggil Dira aku sekolah di SMA N1 Yogyakarta tepatnya sekarang kelas XII IPA 1 mungkin kalian pikir aku pintar tapi sebenernya aku lebih tapat dikenal sebagai ratu nyontek karena diriku terlalu sering menyontek saat ulangan atau saat ujian kenaikan kelas. Aku heran kenapa sejak kelas X aku jadi berubah. "Dira…" Aku menenggok ke belakang melihat siapa yang memanggilku. Sifat dinginku rasanya mulai tergugah "Apa??" Terlalu dingin kupikir.Dani menghampiriku. "Dir aku mau bicara!" Dani mengajakku duduk di depan kelas. Aku menatap Dani penuh dengan tanda tanya apakah dia mau menyatakan cinta?? Wah diriku terlalu GR tuk yang seperti ini. Aku tersenyum memandang Dani "Ada apa Dan??" Sikap dinginku hilang berubah menjadi lembut bagai sutera yang baru selesai dibuat dan tertiup angin sepoi-sepoi yang membelai hatiku "Kenapa kamu senyum-senyum ?? gila ya??" Pertanyaan yang bener-bener gak enak didengar rasanya senyumanku lenyap karena kata-kata itu. "Kenapa kamu panggil-panggil aku?? Kalau mau nyatain cinta cepet deh! gak usah lama-lama!"perintahku pada Dani dengan nada yang kasar "Ihh… GR banget sih loh!! Mana mungkin aku mau pacaran ma cewek playgirl kayak loe," Dani mendorong kepalaku dengan 2 jari tangannya Ihh… ini bener-bener dah buat aku benci banget ma Dani gak sopan banget sih dia ma aku. Aku mulai bangkit dan meninggalkan Dani, tapi tiba-tiba Dani menarik tanganku. "Aku mau tanya besok ngerjain tugasnya di rumah siapa??" "Taug….." jawabku ketus dan aku mulai meninggalkan Dani Ada aja yang buat aku bete hari ini.Kenapa Doni belum nelfon juga ya?? Tanyaku dalam hati. Selang beberapa menit telfonku berbunyi, sungguh tak sabar rasanya untuk mendengar suara Doni. Aku mengeluarkan handphone samsung corby kuning milikku ahh.. ternyata bukan Doni "Ada apa Ray??"jawabku lesu "Aku tadi liat Doni goncengan ma Silvia tapi anehnya kayak orang pacaran, emang kamu dah putus ma Doni??" Aku kaget mendengar kata-kata Ray. Tapi masa bodohlah lagian aku ngak suka beneran ma si Doni "Belum…ahh.. biarin lah Ray," "Hanya gini respon kamu??" Ray kaget mendengar jawabanku "Udah biarin… kamu bisa njemput aku??" "Ehm… gimana ya Dir…okelah ngak pa-pa," "Cepet aku tunggu!" Aku langsung menutup telfon dan menelfon Doni "Don kita putus!" Segera aku menutup telfon tanpa harus mendengar kata-kata Doni. Selang beberapa detik Doni menelfonku. "Kenapa Dir?" "Kamu selingkuh" Aku menutup telfon lagi. Doni mencoba menelfon lagi tapi masa bodoh biarin aja. Ringtone smsku berbunyi Dir, aku gak selingkuh!!! Ku hiraukan sms itu. Ringtone smsku berbunyi lagi. Dir, aku dah di gerbang Aku berjalan menuju gerbang. Aku lihat Ray menaiki motor ninja SR warna merah di sebrang jalan. Aku tersenyum memandangnya, segera aku menghampiri Ray. "Dah lama???" "Enggak baru aja kok," Suaranya yang serak-serak basah membuatku tersenyum senang entah kenapa. "Ayo Dir naik!" Aku segera naik dan motor Ray melaju. Saat lampu merah menyala aku melihat Dani yang menaiki motor mio hitam dan berada di sampingku.Saat aku memandangnya aku tersentak saat Dani juga memandangku.Tatapan yang sadis dan dia melihat siapa yang mengoncengkanku. "Apa loe liat-liat??" kata-kata yang kasar ku ucapkan kepada Dani dan membuat hampir semua pengendara yang berhenti menfokuskan padangannya padaku.Tanpa membalas pertanyaanku Dani kembali menfokuskan pandangannya ke jalan. "Sog cool banget sih loe," Sombongnya huft… tak ada kata-kataku yang digubris Dani "Ada apa Dir??" Ray menengok ke belakang "Gak pa-pa cuma ada orang gak penting, udah hijau tu!" Ray melaju dengan kecepatan sekitar 60 km/jam. Udah 2 kali Dani buat aku kesel. Akhirnya sampai juga di rumah.Tak disangka ternyata Doni sudah menunggu di ruang tamu "Ngapain kamu kemari??" pertanyaan yang sangat ketus terlontar dari mulutku "Dir, aku gak selingkuh" Suara Doni yang lirih membuatku terenyuh tapi masak seorang Andira menangis karena hal seperti ini, kalau nangis berarti bukan playgirl lagi "Buktinya??" "Gimana aku bisa buktiin kalau aku aja gak tahu kenapa kamu bisa nyimpulin kayak gini," Menanggapi Doni adalah hal yang tak berguna. Kakiku mengajakku melangkah menjauh dari Doni tapi dia mencoba menahan "Dir, aku selingkuh dengan siapa coba??" "Silvia tadi kamu goncengan ma Silvia mesrakan??" "Silvia?? Darimana kamu bisa tahu Dir??" "Berarti benerkan?? Gak perlu aku kasih tahu dari siapa berita itu" "Silvia itu adik sepupuku," Doni mencoba menjelaskan "Adik sepupu bertemu besarkan??" Aku mencoba memutar penjelasan Doni "Dir, kenapa sih kamu gak percaya??" "Udah sana keluar dari rumahku pengen muntah aku liat kamu, dasar playboy," Aku lihat mata Doni yang berkaca-kaca, apa aku terlalu jahat?? Tapi itu kan gara-gara kamu Don coba kamu gak selingkuh pasti akan aku putusin baik-baik.Aku menjauhi doni dan menuju kamar.Ku baringkan tubuhku ke kasur. “begitu jahatnya diriku,” Aku mengambil foto yang ada di sampingku.Foto yang terpapang aku dan Doni, terlihat mesra walau hanya bersentuhan pipi. “Seharusnya aku yg selingkuh Don bukan kamu,” Ku fokuskan pandanganku pada wajah Doni.Wajah yg terlihat imut tapi sekarang sudah menyakitiku.Tapi buat apa aku ambil pusing,Aku memasukkan foto itu ke dalam laci. “Doni?? Apakah dia sudah pulang??” Aku mencoba melihat dari luar kamarku ternyata dia sudah tak ada.Ada rasa benci dalam diriku kepada silvia, gara-gara dia hubunganku dengan Doni menjadi berantakan.Tanpa berfikir panjang aku mengambil handphone “Sil, loe tu jadi orang jangan suka ngerebut pacar orang donk!!”Kataku memaki Silvia “Maksudmu apa??”Nada bicara silvia terdegar kebingungan “Alah ngak usah pura-pura ngak tahu deh loe! Loe selingkuh ma Doni kan?” “O. . .itu,” Dasar cewek ni kayak ngak ada rasa bersalah aja ngerebut pacar orang “Gue tunggu di taman awas kalau ngak dateng!” Segera aku menutup telfon dan bergegas menuju Taman.Aku menunggu di kursi warna putih dan terbuat dari kayu, tak lama kemudian Silvia menghampiriku.Ingin muntah rasanya melihat wajah Silvia yg sog cantik itu. Ia duduk di sampingku “Ada apa Dir?” Lumayanlah setidaknya dia ngak mbuka dengan kalimat yang ketus “Loe kemaren ngapain ma Doni?” Wah dasar kok malah senyum-senyum kayak ngak punya salah aja anak ini “Kemaren Doni nganterin aku beli buku” jelas Silvi Kutatapkan pandanganku ke arah Silvia, dan memandang dengan sedikit keheranan “Hey biasa aja!” tangan Silvia menanpar mukaku “Auw,, heh gak usah pakek tangan napa? Sakit tahu” mukaku jadi cemberut gara-gara cewek tak tahu diri ini “Kamu aneh sih Dir, Cuma gara-gara aku goncengan ma Doni masak kamu terus mutusin Doni!” nada bicara Silvia berubah bagai guru yang baru negur muridnya “Kenapa sih loe! Inikan hak gue!” ku coba tuk melawan Silvia tiba-tiba berdiri dan mulai nunjuk-nunjuk gue sambil ngejalasin “Dir loe tu ngak punya hati ya! Heh, asal loe tahu gue ngak bakal diem aja kalau Doni ngak bisa ngelupain loe sedangkan loe terus aja nyakiti dia!” Gue juga mulai ngikutin Silvia “Kenapa loe yang sewot? Hidup-hidup gue cinta-cinta gue apa masalahnya loe ikut campur?” “Soalnya gue tu suka banget ma Doni gue ngak mau Doni sakit hati!” tiba-tiba Silvia berhenti bicara dan mukanya berubah jadi agak gugup “Apa loe bilang? Suka?” aku sempat kaget denger kata-kata Silvia Terlihat dari mukanya Silvia mencoba menenangkan diri “Iya suka sebagai sahabat. Dia itu sahabatku” Aku kembali duduk di bangkuku “Kalau loe cinta ma Doni bilang aja lagiankan dia sekarang ngak ada yang memiliki.” Sivia menyusulku duduk. Kulihat dia sepertinya kayak ngelamun “Sil loe ngak pa-pa?” Silvia mencoba menoleh ke arahku “Gue ngak pa-pa Dir.” “Kalau loe cinta ma Doni, kan tinggal bilang ma dia.” “Aku bukan tipe cewek yang gampang ngomong perasaan gue ma seseorang.” Kenapa gue bukan tipe cewek yang kayak gitu ya??aku mencoba merenung sejenak Aku akan jadi tipe cewek kayak Silvia!aku memandang jam tanganku, jarum panjang sudah menunjukkan angka 3 “Sil gue pulang dulu ya!”

0 komentar:

Posting Komentar

 

Free Blog Templates

Powered By Blogger

Blog Tricks

Powered By Blogger

Easy Blog Tricks

Powered By Blogger

Grey Floral ©  Copyright by meaningful of word | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks